Kemana perginya air itu ?

7 Mar 2011

Salam untuk Anda,

Rindu,

Kerinduan itu makin dalam ketika setiap kali kami berkunjung ke kampung tempat Alm Simbah tinggal.

Kerinduan akan gelak tawa di antara gemericik riak air sungai yang mengalir di sebelah rumah Alm Simbah.

Di sungai yang sekarang telah mengering airnya itu, di situlah dulu kanak-kanak kami bersama kawan-kawan bercanda ria dalam kepolosan. Yang seolah tiada peduli dengan peringatan orang tua kami tentang keangkeran grunjungan di sungai itu, toh tidak mengurangi antusias kami dibuai oleh air yang membasahi sekujur tubuh bocah kami.

Masih tergambar jelas di ruang benakku, kegembiraanku dan adik ketika seser kami berhasil memerangkap ikan atau sidat. Hal yang selalu berulang setiap kami menghabiskan masa libur sekolah.

Kini seiring bergulirnya waktu, dan kami pun menanggalkan baju kanak-kanak kami, kerinduan itu menjelma menjadi sebuah nostalgi.

Kemana perginya air sungai itu ?

Kemana keramahan air grunjungan yang dulu sering menyapa dan menyambut kehadiran kami bersama kawan-kawan ?

Kemanakah perginya air sungai itu ?

Dari atas jembatan beton pengganti titian bambu yang dulu menjadi tempat kami berjajar duduk memancing, kami mengenangkan indahnya masa itu.

Salam gemilang

Benedikt Agung Widyatmoko


TAGS


-

Author

Search

Recent Post

Enter a long URL to make tiny: