Bila Kebencian Mendarah Daging dan Kolektif

26 Mar 2011

Salam untuk Anda semua,

Akhir pekan koq mengulas tentang kebencian to ? Mbok yang bagus-bagus dan menyenangkan saja, biar hati menjadi rileks ah.

Hehehe, saya sengaja pilih topik bahasan ini ya justeru ingin membuat hati kita rileks. Itu motivasi saya.

Mengapa ?

Lha di hari Sabtu 26 Maret 2011 nan cerah ini, saya menemukan sebuah “isu panas” [saya sebut isu karena belum ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait :) ] tentang “rebutan kursi di kapal terbang” sebagaimana dikisahkan oleh @. Tidak tanggung-tanggung, dia rebutan kursi sama anggota dewan @

Masalah rebutan kursi ini sebenarnya bukan hal baru dan langka terjadi di dalam kapal terbang. Bahkan saya pun pernah mengalami dua kali kejadian, kapal terbang sedikit tertunda karena ada penumpang yang ngotot menolak kursi yang sudah tercatat sah dan menjadi haknya, hanya karena posisinya yang di bagian pintu darurat. Dari alasan karena penyakit, ataupun karena tidak mau melepaskan tas mereka dari pelukan.

Lalu, mengapa kejadian di dalam kapal tebang Lion Air jakarta- Jogja hari ini menjadi begitu istimewanya. Ya itu tadi, karena ada Mas Roy Suryo.

Ya, Mas Roy Suryo selama ini sering dikaitkan dengan sikap dan pernyataannya yang kontroversial.

Terlepas dari siapa atau pihak mana yang memicu terjadinya insiden kecil ini, toh stigma kesalahan sudah bisa ditebak menyasar kepada Mas Roy. Dan hal ini bisa dimengerti dan dimaklumi karena, ya itu tadi : gelar kontroversial-nya Mas Roy Suryo, dibumbui dengan wujud kekecewaan “akut dan mendarah daging” Capt Pesawat Vino kepada [semua] pejabat :).

“Pejabat memang Anjing” begitulah ucapan Capt Vino yang diperjelas dalam aksara kapital di timeline twitter pagi ini oleh @. Kejadian ini langsung membara di twitter, pujian kepada Capt Vino mengedepan.

Bukan saja kebingungan Sdr Ernest yang tertunda menduduki seat yang menjadi haknya, setidaknya hal ini sudah menyulut kejengkelan penumpang lainnya. Dikipasi oleh ucapan Capt Vino tentang pejabat.

Kekacauan sebelum berangkat dan permintaan maaf dari Mas Roy Suryo kepada seluruh penumpang, … bukankah akan lebih baik dan mendinginkan hati untuk menyongsong akhir pekan yang rileks, bila kita semua yang terpancing dan penasaran dengan ending peristiwa di kapal terbang Lion Air pagi ini bersedia menahan diri memberikan sikap atas opini yang baru sepihak ini.

Siapa pun atau puhak manapun yang nantinya menjadi pemicu, semoga kebencian yang mendarah daging dan kolektif tidak memasung hati kita, ya :)

Salam gemilang

Benedikt Agung Widyatmoko


TAGS Insiden Lion Air Roy Suryo


-

Author

Search

Recent Post